More Links

Kenapa Meneliti Itu Seru?

07 - 10 - 2016

Ajang OPSI menggerakkan anak muda untuk mencintai budaya meneliti. Meski banyak generasi muda yang masih menganggap penelitian itu sulit, ada 190 anak yang berkompetisi di tingkat nasional, dari 7.677 penelitian yang masuk. Hashtag atau tanda pagar #MenelitiItuSeru juga digaungkan di sosial media. Berikut ini alasan para peserta OPSI tentang sisi serunya melakukan penelitian. 

 

Esya Rachma Ningrum dan Uga Apriliyan Mawarti

SMAN 1 Gamping, D.I Yogyakarta

Penelitian : J'TOME Jemuran Otomotis/Matematika dan Rekayasa

�Meneliti Itu seru-seru susah. Begitu terselaikan di situlah terasa serunya. Kami menemukan jawaban yang belum diketahui. Untuk meneliti Itu kita harus kepo menemukan jawabannya. Kalau sudah takut duluan, tak akan ketemu jawabannya. Dalam perjalanannya, banyak sekali kejadian serunya.Penelitian kami Jemuran Otomatis adalah jemuran yang akan bergeser sendiri kalau ada hujan. Begitu hujan reda pakaian akan kembali ke tempat semula.

 

Fakhri Al Amin Danel dan Muhammad Farhan Al Ghani

SMAN 1 Payakumbuh

Penelitian : Ekstrak Eceng Gondok/ Sains Teknologi

Seru menurut penelitian kami adalah memanfaatkan limbah untuk sesuatu yang ke arah kebaikan. Permasalahan yang kami angkat  adalah permasalah yang ada di masyarakat. Kami merasa puas kalau permasalahan terjawab dan bisa digunakan di masyarakat. Suka duka saat penelitian ini adalah kami harus susah payah membagi waktu antara sekolah dan penelitian.

 

Abdul Haris Fathurrahman Laya dan Faiqul Alwan Hashani

MAN Insan Cendekia, Gorontalo

Penelitian : Magnetik Power Bank Anti Gerah

Setiap penelitian tujuannya kan untuk mencapai hasil yang bisa punya manfaat bagi penduduk dan masyarakat. Serunya  adalah usaha kita menemukan jawaban dari penelitian itu bisa jadi kenyataan. Jatuh bangunnya memang susah tapi kalau  kita bisa ikhlas dan  mau usaha hasilnya Insya Allah akan berguna. Mencari tahu sesuatu yang baru merupakan suatu hal menarik. Saat meneliti kita bisa salah, tapi bisa mencari lagi jawabannya. OPSI ini merupakan semacam ajang untuk memotivasi anak Indonesia.   Membuat anak- anak Indonesia tertarik pada penelitian.

 

Achmad Gamal Raya dan M. Indra Munandar,

SMAN 1 Matangkuli, Aceh
Penelitian : Seudati Berkarakter Bangsa/Sosial dan Humaniora

Serunya penelitian kami adalah, bisa menghidupkan kembali dan mengangkat tarian tradisional kami yang sudah jarang ditemui. Kami bertujuan mengajak generasi muda ikut terlibat kembali. Kami mendapatkan banyak suka duka yang justru semakin membuat kami terpacu. Kami mengerti bahwa anak muda sekarang sudah modern dan lebih tertarik pada teknologi dan gadget. Kami sendiri mempelajari Seudati selama 3 tahun dan baru merasakan manfaatnya sekarang. Pesan saya pada mereka yang baru memulai jangan lah takut  sebelum mencoba. Kegagalan itu soal biasa.


Komentar

  • -

Can't read the image? click here to refresh