More Links

Kartu Indonesia Pintar Plus, Penyaluran Dana Bantuan Pendidikan Secara Non-Tunai

21 - 10 - 2016

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan Kartu Indonesia Pintar elektronik (KIP Plus) kepada siswa sekolah menengah di seluruh wilayah Indonesia. KIP Plus adalah merupakan pengembangan dari mekanisme penyaluran dana bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar secara non-tunai. Uji coba penggunaan kartu tersebut pertama kali dilakukan di Yogyakarta.

Uji coba PIP Plus dilakukan BNI bagi 142 siswa penerima PIP yang terdapat di 28 SMA di wilayah Yogyakarta. KIP Plus memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu untuk mengakses rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dan rekening e-wallet. Tabungan SimPel merupakan sarana penyimpanan dana PIP yang dapat ditarik dan ditransaksikan kapan saja siswa penerima PIP membutuhkannya. Pencairan dana dapat dilakukan melalui ATM maupun teller BNI.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad menjelaskan, tahun ini pemerintah menyalurkan 17,9 juta KIP Plus, dengan nilai Rp 9,6 triliun. Jumlah tersebut  disalurkan di tingkat SD sebanyak 10,5 juta kartu, SMP sebanyak 4,3 juta kartu, SMA 1,3 juta kartu dan SMK 1,3 juta kartu.  Hamid juga menjelaskan, "Dana bantuan pendidikan yang diberikan masing-masing tingkatan pendidikan berbeda, misalnya SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA atau SMK senilai Rp 1 juta."

Dirjen Hamid juga mengungkapkan, ke depannya pemerintah juga berencana untuk mengembangkan transaksi non-tunai bagi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan cara tersebut maka diharapkan akan lebih memudahkan pengawasan dan mendorong peningkatan tata kelola keuangan dana bantuan pendidikan.

Dalam kesempatan peluncuran KIP Plus tersebut, Direktur Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia (BI) Pungki Purnomo menyampaikan bahwa KIP Plus dapat melatih siswa dalam mengelola keuangan karena di dalam kartu tersebut terdapat dua kantung dana, yaitu dana bantuan pendidikan PIP dan tabungan personal siswa. "Diharapkan pelajar bisa menggunakan secara bijak, sesuai arahan Preasiden Jokowi agar dana bantuan pendidikan ini tepat sasaran dan tepat guna."


Komentar

  • Ridwan - 2017-01-14 03:34:42

    KISAH SUKSES SAYA DARI HONORER JADI PNS Alhamdulillah berkat bantuan bpk Sidik Kadarusman beliau selaku Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian di BKN pusat yang telah membantu saya jadi PNS NO HP BPK SIDIK 0852-1400-0451 KISAH CERITA SAYA JADI PNS Assalamu Alaikum wr-wb,Mohon maaf mengganggu waktu dan aktifitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui pesan singkat dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2014, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar, Sudah 7 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 5 kali mengikuti ujian, tidak pernah lolos bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no telf Bpk Sidik Kadarusman yang bekerja di BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 sebagai Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian yang di kenalnya di bkn jakarta dan saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa, Hubungi Bpk SIDIK KADARUSMAN selalu aktif 0852-1400-0451 siapa tau beliau masih bisa membantu anda wassalam.

  • mernie - 2016-11-21 04:14:50

    Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud) bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan Kartu Indonesia Pandai elektronik (KIP Plus) terhadap siswa sekolah menengah di semua lokasi Indonesia. KIP Plus merupakan menjadi pengembangan dari mekanisme penyaluran dana pemberian pendidikan lewat Program Indonesia Pandai dengan cara non-tunai. Uji-coba pemanfaatan kartu itu saat kali pertama dilaksanakan di Yogyakarta.

    Uji-coba PIP Plus dilaksanakan BNI buat 142 siswa penerima PIP yg ada di 28 SMA di lokasi Yogyakarta. KIP Plus miliki dua kegunaan sekalian, yakni utk membuka tv streaming rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) serta rekening e-wallet. Tabungan SimPel menjadi media penyimpanan dana PIP yg mampu ditarik serta ditransaksikan setiap waktu siswa penerima PIP membutuhkannya. Pencairan dana mampu dilaksanakan lewat ATM atau teller BNI.

    Direktur Jenderal Pendidikan Basic serta Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad menuturkan, th. ini pemerintah menyalurkan 17, 9 juta KIP Plus, dengan nilai Rp 9, 6 triliun. Jumlah itu disalurkan di tingkat SD banyak 10, 5 juta kartu, SMP banyak 4, 3 juta kartu, SMA 1, 3 juta kartu serta SMK 1, 3 juta kartu. Hamid juga menuturkan, " Dana pemberian pendidikan yang di dapatkan semasing tingkatan pendidikan tidak serupa, semisal SD sebesar Rp 450. 000, SMP Rp 750. 000 serta SMA atau SMK sejumlah Rp 1 juta. "

    Dirjen Hamid juga mengutarakan, kedepannya pemerintah juga memiliki rencana utk meningkatkan transaksi non-tunai buat Pemberian Operasional Sekolah (BOS) serta Dana Alokasi Privat (DAK). Melalui langkah itu jadi dikehendaki akan tambah meringankan pengawasan serta mendorong penambahan tata kelola keuangan dana pemberian pendidikan.

    Dalam peluang peluncuran KIP Plus itu, Direktur Program Elektronifikasi serta Keuangan Inklusif Bank Indonesia (BI) Pungki Purnomo memberikan kalau KIP Plus mampu melatih siswa dalam mengelola keuangan dikarenakan didalam kartu itu ada dua kantung dana, yakni dana pemberian pendidikan PIP serta tabungan personal siswa. " Dikehendaki pelajar dapat memanfaatkan dengan cara bijak, sama sesuai arahan Preasiden Jokowi biar dana pemberian pendidikan ini pas arah serta pas faedah. "

Can't read the image? click here to refresh