More Links

Program Sahabat Sekolah: Pelibatan Komponen Masyarakat Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

24 - 10 - 2016

Dalam upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan, sangat diperlukan peran serta berbagai pihak, baik individu, masyarakat maupun pihak swasta (dunia usaha/dunia industri). Sebagai sarana untuk menjembatani antara berbagai komponen masyarakat dengan pihak sekolah, Direktorat Pembinaan SMA mencanangkan Program Sahabat Sekolah. Melalui program ini, terjalin kerjasama antara masyarakat dengan sekolah untuk bersama-sama meningkatkan akses pendidikan menengah.

Sahabat Sekolah adalah pihak luar yang ikut serta dalam kerja sama, termasuk di dalamnya individu (perorangan), Masyarakat Peduli Pendidikan (organisasi profesi yang bergerak di bidang pendidikan, pesantren, organisasi masyarakat yang peduli terhadap isu-isu pendidikan), Lembaga Swadaya Masyarakat dan Dunia Usaha/Industri. Kerja sama ini dilandasi dengan prinsip saling membutuhkan, mempercayai, memperkuat dan menguntungkan melalui pelibatan seluruh stakeholder yang memiliki komitmen terhadap pembangunan pendidikan di Indonesia.

Ada dua model kerja sama yang diterapkan dalam Program Sahabat Sekolah, yaitu Kerjasama Bersama dan Kerjasama Mandiri.  Kerjasama Bersama diterapkan melalui mekanisme kolaborasi antara Direktorat Pembinaan SMA dan Sahabat Sekolah untuk membantu SMA sasaran yang sama dengan lingkup kegiatan yang berbeda, dengan nota kesepahaman antara Direktorat PSMA dan Sahabat Sekolah serta penandatanganan bersama antara Direktorat PSMA, Sahabat Sekolah, dan unsur sekolah sesuai dengan ide dan lingkup kerjasama.

Sementara itu, dalam Kerjasama Mandiri pihak Sahabat Sekolah menawarkan program gerakan membantu sekolah, sedangkan Direktorat PSMA berperan menyediakan data dan memfasilitasi Sahabat Sekolah yang ingin memberi bantuan, untuk kemudian dilakukan penandatanganan bersama antara Sahabat Sekolah dan unsur sekolah sesuai dengan ide dan lingkup kegiatan kerjasama.

Dalam upaya menggalang kerjasama dengan dunia usaha, baik swasta maupun BUMN/BUMD yang mempunyai perhatian terhadap dunia pendidikan, Subdirektorat Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Direktorat Pembinaan SMA, menyelenggarakan pertemuan satu hari pada hari Kamis, 20 Oktober 2016 di Hotel Sahira, Bogor.  Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi program-program pendidikan SMA dalam upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Kegiatan ini juga memfasilitasi kolaborasi antara Pemerintah dan Swasta untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan dan pengembangan program-program pendidikan SMA. 

Surya Fitri Nurulhuda, Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana membuka kegiatan

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Surya Fitri Nurulhuda ini juga dilakukan identifikasi  serta diskusi mengenai bentuk-bentuk kolaborasi antara Pemerintah dan Swasta dalam peningkatan dan pengembangan program-program pendidkan SMA .  Dalam sambutannya, Surya menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam membangun pendidikan. "Pendidikan menengah memiliki beberapa persoalan yang perlu diatasi bersama-sama, yang terutama adalah menaikkan angka partisipasi dasar  Sekecil apapun peran yang diberikan, kontribusi terhadap pendidikan sangat kami hargai," demikian ungkapnya. 

Fatkhuri dan Norman Kartaatmaja menyampaikan pemaparan tentang Program Sahabat Sekolah

Selanjutnya dalam kegiatan yang mengundang 40 peserta dari  perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  dan Badan Usaha Milik Daerah,  perusahaan swasta nasional serta SMA Negeri dan Swasta ini diisi dengan paparan mengenai  Program Sahabat Sekolah yang disampaikan oleh Fatkhuri dan Norman Kartaatmaja serta mengenai  Best Practice Program Sahabat Sekolah yang disajikan oleh  perwakilan dari YBM BRI,  Deden Kuswanda dan Yayasan Bandung Vision Center, Park Sung Hoon.  Selain pihak pemberi bantuan, pihak sekolah yang menerima bantuan juga berkesempatan berbagi pengalaman, diwakili oleh Sekolah Bina Putera yang disampaikan oleh Wakasek Humas Sopian Wadi dan SMA Negeri 1 Maniis, Purwakarta, yang disampaikan oleh kepala sekolah, Jajang Koswara.

Deden Kuswanda, YBM BRI 

Bantuan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI terhadap Sekolah Bina Putera, Kopo awalnya dimulai pada  tahun  2003, berupa bantuan ruang kelas, beasiswa, dan perluasan sekolah. Baru  mulai tahun 2015 YBM merasa perlu membantu secara penuh, mulai dari operasional sekolah sampai ke sarana belajar. SMA Bina Putera mulai disebut sebagai  sekolah binaan YBM sejak tahun 2009.  YBM BRI juga memberikan bantuan beasiswa kepada  pelajar berupa beasiswa reguler , yaitu bantuan dana yang diberikan setiap bulan,  dan ada juga beasiswa intensif yang meliputi pembinaan dan  asrama. Ada empat program yang menjadi fokus pemberian bantuan, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, sosial dakwah dan ekonomi. Untuk tahun 2017 yang akan datang, fokus lebih diberikan  kepada pengembangan ekonomi masyarakat.

Sopian Wadi, Wakasek Humas SMA Bina Putera

Lain lagi bentuk kerjasama antara Yayasan Bandung Vision Center (BVC) dengan sekolah. Yayasan yang menjembatani perusahaan Korea dengan sekolah penerima bantuan ini memberikan pelatihan kepada masyarakat dan siswa SMA dengan tujuan memberikan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan peluang mereka mendapatkan pekerjaan.  Membangun bangunan tempat pelatihan di sekolah di mana siswa dan masyarakat belajar membuat wig. Direncanakan kelak akan dibangun pabrik wig untuk menyerap tenaga kerja yang sudah diberi pelatihan. Yayasan menyediakan semua keperluan latihan, peralatan, bahan maupun pelatih, Sebelum bekerja sama dengan SMAN 1 Maniis, Yayasan yang dikepalai oleh Park Sung Hoon sudah empat tahun bekerja sama dengan SMAN 1 Cipeundeuy, Bandung Barat., dengan 22 angkatan. Harapan BVC dengan memberikan pelatihan maka setelah lulus SMA dapat bekerja sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. Selain memberikan pelatihan, Yayasan BVC juga bermaksud akan membangun perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. 

Jajang Koswara, Kepala Sekolah SMAN 1 Maniis dan Park Sung Hoon, Yayasan Bandung Vision Center

Diharapkan, dengan semakin meningkatnya peran aktif masyarakat dan institusi eksternal akan juga meningkatkan ketercapaian pemenuhan standar nasional pendidikan. Sosialisasi program juga diharapkan dapat mengundang lebih banyak komponen masyarakat yang akan tertarik untuk berpartisipasi dalam pengembangan mutu pendidikan.  

Ã� 


Komentar

  • Ridwan - 2017-01-14 03:32:06

    KISAH SUKSES SAYA DARI HONORER JADI PNS Alhamdulillah berkat bantuan bpk Sidik Kadarusman beliau selaku Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian di BKN pusat yang telah membantu saya jadi PNS NO HP BPK SIDIK 0852-1400-0451 KISAH CERITA SAYA JADI PNS Assalamu Alaikum wr-wb,Mohon maaf mengganggu waktu dan aktifitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui pesan singkat dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2014, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar, Sudah 7 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 5 kali mengikuti ujian, tidak pernah lolos bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no telf Bpk Sidik Kadarusman yang bekerja di BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 sebagai Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian yang di kenalnya di bkn jakarta dan saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa, Hubungi Bpk SIDIK KADARUSMAN selalu aktif 0852-1400-0451 siapa tau beliau masih bisa membantu anda wassalam.

  • winda - 2016-12-07 07:59:16

    Pulau Morotai terdapat di utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. Pulau ini adalah satu diantara pulau paling utara di Indonesia. Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Keindahan Morotai dengan segudang histori dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai " Mutiara di Bibir Pasifik ". Kota terbesar di Morotai yaitu Daruba yang berada di samping selatan. Dibagian utara pulau ini berbatas dengan Filipina, dibagian timurnya yaitu Samudera Pasifik. Dengan keseluruhan populasi sekitaran 53. 000 jiwa serta luas sekitaran 1. 800 km. persegi. Pulau ini mempunyai sebagian pantai dengan panorama memukau didampingi oleh rahasia keindahan bawah laut yang menaruh misteri. Ya, Morotai mempunyai sebagian tempat menyelam menarik yang mampu bikin decak mengagumi akan harga hp xiaomi tamu bawah lautnya. Morotai pada era ke-15 sampai era ke-16 ada dibawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Misi Yesuit Portugis pernah berkunjung disini namun tak di terima Kesultanan Muslim Ternate serta Halmahera hingga Portugis juga hengkang. Pulau Morotai lebih populer sebagai sisi dari histori Perang Dunia II lantaran digunakan Jepang lalu diambil Amerika Serikat pada September 1944. Amerika memakai pulau ini sebagai landasan serangan pesawat sebelumnya menuju Filipina serta Borneo sisi timur. Adalah basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang dipending sesudah penyerahan diri Jepang pada bln. Agustus. Masyarakat lokal di Pulau Morotai yang masihlah mengingat Perang Dunai II bakal menceritakan pada Anda kalau th. 1944-1945 tempat ini adalah tempat pertempuran sengit dari beberapa puluh pesawat tempur yang menderu saat terlepas landas serta mendarat di selama Teluk Daruba. Beberapa puluh ribu tentara bertebaran di tiap-tiap pojok pulau serta kapal angkatan laut berlabuh membawa supply keperluan harian tentara. Morotai waktu itu adalah satu diantara markas tentara Amerika Serikat waktu berperang hadapi Jepang dalam Perang Pasifik sepanjang Perang Dunia II.

  • bona - 2016-11-21 04:00:41

    Anda serta Yayasan Bandung Vision Center, Park Sung Hoon. Tidak hanya pihak pemberi pemberian, pihak sekolah yg terima pemberian juga mempunyai kesempatan share pengalaman, diwakili oleh Sekolah Bina Putera yg diungkapkan oleh Wakasek Humas Sopian Wadi serta SMA Negeri 1 Maniis, Purwakarta, yg diungkapkan oleh kepala sekolah, Jajang Koswara. Pemberian Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI pada Sekolah Bina Putera, Kopo awalannya di mulai pada th. 2003, bersifat pemberian area kelas, beasiswa, serta pelebaran sekolah.

    Baru mulai th. 2015 YBM terasa butuh mendukung dengan cara penuh, dimulai dari operasional sekolah hingga ke media belajar. SMA Bina Putera mulai disebut yaitu sekolah binaan YBM sejak mulai th. 2009. YBM BRI juga berikan pemberian beasiswa terhadap pelajar bersifat streaming trans 7 beasiswa reguler, yakni pemberian dana yang di dapatkan tiap tiap bln., serta ada pula beasiswa intensif yg mencakup pembinaan serta asrama. Ada empat program yg jadi konsentrasi pemberian pemberian, yakni sektor pendidikan, kesehatan, sosial dakwah serta ekonomi.

    Utk th. 2017 yg dapat datang, konsentrasi lebih diberikan terhadap pengembangan ekonomi warga. Lain lagi bentuk kerja sama pada Yayasan Bandung Vision Center (BVC) dengan sekolah. Yayasan yg menjembatani perusahaan Korea dengan sekolah penerima pemberian ini berikan kursus terhadap warga serta siswa SMA dengan arah berikan keahlian yg diperlukan utk menambah kesempatan mereka beroleh pekerjaan. Bangun bangunan tempat kursus di sekolah dimana siswa serta warga belajar buat wig. Direncanakan kedepannya dapat di bangun pabrik wig utk menyerap tenaga kerja yg udah di beri kursus.

    Yayasan sedia kan seluruh kebutuhan latihan, perabotan, bahan atau pelatih, Saat sebelum bekerjasama dengan SMAN 1 Maniis, Yayasan yg dikepalai oleh Park Sung Hoon udah empat th. bekerjasama dengan SMAN 1 Cipeundeuy, Bandung Barat., dengan 22 angkatan. Harapan BVC dengan berikan kursus jadi sehabis lulus SMA mampu bekerja maka mampu mendukung perekonomian keluarga. Tidak hanya berikan kursus, Yayasan BVC juga punya tujuan dapat bangun perpustakaan yg mampu dipakai oleh warga seputar.

    Dikehendaki, dengan jadi lebih meningkatnya peran aktif warga serta institusi eksternal dapat juga menambah ketercapaian pemenuhan standard nasional pendidikan. Sosialisasi program juga dikehendaki mampu mengundang tambah banyak komponen warga yg dapat tertarik utk ikut serta dalam pengembangan mutu pendidikan.

Can't read the image? click here to refresh