Cerita Sukses

Konsisten dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 1977 ketika masib bernama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR), OPSI kini telah menjadi ajang lomba penelitian yang ditunggu-tunggu oleh siswa SMA/MA di seluruh Indonesia. Sampai sejauh ini, OPSI nampak telah berhasil mendorong minat dan mengembangkan bakat serta prestasi siswa dalam bidang penelitian ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata 1000 karya penelitian yang dikirimkan siswa Indonesia dari Sabang sampai Merauke setiap tahunnya.

Dalam lima tahun terakhir OPSI terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi menjaring siswa-siswi SMA yang memiliki minat tinggi terhadap penelitian. Tahun lalu misalnya, OPSI 2015 menerima 790 naskah penelitian dengan naskah terpilih sebanyak 88 naskah, yang terdiri dari 58 naskah untuk kelompok IPA dan 30 naskah untuk kelompok IPS. Adapun jumlah finalis OPSI 2015 beserta anggota berjumlah 168 orang dengan didampingi oleh 58 orang guru pendamping.

Sejak tahun 2010, karya-karya terbaik pemenang OPSI juga diikutsertakan di dalam berbagai ajang lomba penelitian karya ilmiah remaja tingkat dunia. Sejumlah prestasi yang membanggakan telah diraih di mana para pemenang OPSI telah mengharumkan Indonesia di kancah internasional, di antaranya pada:

  1. International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 dengan perolehan 7 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.
  2. Mostratec 2012 dengan perolehan 1 medali perak.
  3. International Science Project Olympiade (ISPrO) 2013 dengan perolehan 5 medali emas, 4 medali perak, dan 4 medali perunggu.
  4. ISPrO 2014 dengan perolehan 6 medali emas dan 4 medali perak.

Selain itu, pada ajang bergengsi dunia bertajuk Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2013 di Los Angel, Amerika Serikat, dua siswa SMAN 2 Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri dengan karya ilmiahnya berupa kulkas tanpa freon berhasil mengalahkan 1.700 peserta lain hanya dengan modal kurang dari Rp100.000,00. Karya ilmiah dengan judul Green Refrigerant Box ini meraih The Development Focus Award seharga USD 10.000 dari The United States Agency for International Development (USAID) Karya fenomemal ini juga mendapat pengargaan ke-3 senilai USD 1.000 di kategori Engineering: Materials and Bioengineering.

Adapun prestasi terkini, dua orang finalis OPSI 2015, I Dewa Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana, kemudian berhasil merebut Grand Awards pada Intel ISEF 2015 yang digelar di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Maka total medali kompetisi penelitian tingkat internasional dari tahun 2010 hingga 2014 yang berhasil diraih Indoensia adalah sejumlah 18 medali emas, 10 medali perak, dan 8 medali perunggu. Hal ini tentunya merupakan pencapaian besar OPSI sebagai wahana pembinaan bakat dan minat para siswa terhadap dunia penelitian ilmiah.