Bahan materi Webminar Episode 5 - PHBS dan Episode 6 - PLS dapat diunduh di menu Dokumentasi/Arsip --> Bahan Materi

OSP Jakarta Raya : Siap Membawa Kembali Jakarta Sebagai Juara Umum OSN 2018

20 April 2018
Dilihat 32

JAKARTA, APRIL 2018 –  364 Siswa Terbaik SMA/MA DKI JAkarta pada Kamis (19/04), mengikuti seleksi olimpiade sains tingkat provinsi (OSP), yang merupakan seleksi penentuan lolos atau tidaknya mereka ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat, 1 – 7 Juli 2018. Mereka bersaing merebut kesempatan berlaga ke tingkat nasional dalam sembilan (9) bidang lomba sains : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi. 

Mereka yang telah melewati  tahapan seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah berkumpul di SMA 39, Cijantung, Jakarta Timur, sebagai tempat pelaksanaan OSP DKI Jakarta. Dipilihnya SMA 39, Cijantung, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan OSP menurut Sularno, Kasi Peserta didik dan pembina Karakter SMP & SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, selaku penanggung jawab kegiatan ini mengungkapkan karena dianggap paling strategis dan mudah dijangkau dari daerah manapun. Namun khusus untuk mata pelajaran Komputer, seleksi diadakan di Universitas Gunadharma, Jakarta, karena komputer SMA 39 masih dalam masa pemakaian untuk keperluan Ujian Nasional Berbasis Komputer 2018 (UNBK). “Dikhawatirkan takut tercampur atau mengganggu proses UNBK kemarin, makanya diambil jalan aman kita pakai fasilitas dari universitas Gunadharma”, papar Sularno.

Pihak SMA 39 Jakarta sendiri mengaku sudah terbiasa bekerjasama dengan Kemendikbud ataupun Dinas Pendidikan Provinsi DKI dalam menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan. “Maka, ketika pihak Dinas menghubungi kita untuk kesiapan tempat, kita siap. Selain seleksi hari ini juga sebelumnya juga kita diminta untuk lokasi pembinaan, khususnya untuk mata pelajaran Biologi. Apalagi UNBK SMA sudah selesai, jadi memang ada 10 ruang kelas yang bisa dipakai untuk seleksi tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar kelas X dan XI”, Jelas kepala Sekolah SMA 39, Jakarta, Horale Tua Simanullang.
SMA 39 sendiri pun mengirimkan 8 orang siswanya untuk beberapa mata pelajaran, kecuali Geografi, komputer dan ekonomi. “Dan kita berharap sekali bisa berhasil kembali membawa emas untuk tingkat nasional dan bisa mewakili sampai ke tingkat internasional." Harap Horale.

Salah satu guru pembina olimpiade matematika dari SMAN 69 Kepulauan Seribu, Ayu P, yang merupakan guru Matematika SMA 69, Kepulauan Seribu berharap besar pada siswanya, walaupun sedikit minder karena hanya satu-satunya perwakilan dari kepulauan seribu. "Pastinya sih kita support sebisa mungkin, berharap banyak tapi tak ingin menjadi beban bagi murid kita, takutnya malah drop dan merasa bersalah kalau ternyata tidak lolos”, papar ibu Ayu.

Para siswa yang mengikuti seleksi mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini, seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Faisal, siswa kelas XI SMA 21, Jakarta. Faisal yang mewakili mata pelajaran Kimia mengaku bangga sekaligus tegang. “Senang, ga nyangka juga lolos ke tingkat provinsi, tapi nervouse sekaligus tegang sih, mendadak di kelas tadi saya sempat nge-blank, kayaknya ada salah itung deh. Pasrah aja deh, setidaknya sudah mencoba yang terbaik”. Ujar Faisal.

Para peserta yang lolos ditingkat sekolah dan kabupaten/kota ini juga sebelumnya mendapatkan pembinaan selama 10 hari, yang mengakibatkan ada beberapa hari yang bentrok dengan kegiatan sekolah. Seperti harus melakukan ulangan susulan seperti yang diucapkan oleh Jenita dari SMA 62, Jakarta. Siswa kelas XI yang mewakili mata pelajaran Geografi ini merasa lega akhirnya seleksi ini sudah selesai, jadi bisa ngurusin ulangan/tugas susulan. “Lega, jadi bisa konsentrasi ulangan susulan, walaupun senang juga sih, ada pengalaman baru dan jumpa kawan-kawan baru”, tutupnya.

Berbeda dengan Jenita, Tasya Dwi Herita yang merupakan siswa kelas XI SMAN 78, Jakarta ini mengaku bahwa sekolahnya memberikan dispensasi khusus bagi yang ikut kegiatan ini, mereka dibebaskan dari kegiatan ulangan/tugas sekolah yang bentrok dengan jadwal seleksi/pembinaan. “Jadi ga perlu susulan, soalnya kan para guru dan teman-teman juga tau bahwa kita cukup beban dalam olimpiade kali ini. Apalagi ternyata soalnya cukup susah-susah”, cerita gadis yang suka mata pelajaran ekonomi dari sejak SMP ini.

Tujuan diadakannya seleksi olimpiade sains ini adalah untuk memfasilitasi dan menjaring siswa SMA yang memiliki potensi, bakat, dan minat dalam bidang sains. Dan, dalam rangka mendukung suskesnya perhelatan kompetisi sains tahunan ini, seluruh provinsi sudah menyatakan siap untuk menyumbangkan bibit-bibit terbaik. Bibit-bibit masa depan yang akan menjadi motor generasi emas Indonesia di masa mendatang.

Sebagai sebuah kompetisi keilmuan bidang sains, OSP memiliki gengsi yang sangat tinggi karena merupakan gerbang terakhir para peserta untuk meraih tiket emas ke pentas olimpiade sains tingkat nasional (OSN). Disamping itu juga, dalam persaingan ada pelajaran penting yang bisa dipetik, yaitu kejujuran, sportivitas, dan anti mencontek yang akan menjadi kultur bagi generasi muda.

Teks : Syarifah
Foto : Eddy