Bahan materi Webminar Episode 5 - PHBS dan Episode 6 - PLS dapat diunduh di menu Dokumentasi/Arsip --> Bahan Materi

PEMBUKAAN LDBI - NSDC 2018 Debat Nasional di Bumi Rafflesia

08 Agustus 2018
Dilihat 405

Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud kembali menyelenggarakan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National School Debating Championship (NSDC) 2018. Provinsi Bengkulu yang dikenal dengan bumi Rafflesia sebagai tuan rumah penyelenggaraannya yang berlangsung mulai 5 - 12 Agustus 2018. Senin (06/08), kegiatan NSDC dan LDBI 2018 dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad bersama Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersya di Poltekes (Politeknik Kesehatan) Bengkulu. Pemukulan “dol”, alat musik tabuh khas Bengkulu oleh Dirjen Dikdasmen dan Plt Gubernur Bengkulu, menjadi tanda diawalinya ajang debat tingkat nasional ini.
 
LDBI dan NSDC merupakan wadah bagi para siswa SMA untuk mengaktualisasikan bakat dan kemampuan dalam berpikir kritis, analitis, dan logis serta mengkomunikasikannya secara efektif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Direktorat Pembinaan SMA secara konsisten setiap tahunnya menyelenggarakan LDBI dan NSDC secara bergiliran di tiap daerah. Ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter siswa Indonesia. NSDC diadakan sejak tahun 2003 dan LDBI dimulai pada tahun 2006. Kedua kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan pertama kalinya pada tahun 2015 di provinsi Maluku. NSDC dan LDBI 2018 di Bengkulu ini dilaksanakan dibeberapa tempat, yaitu SMAN 4, SMAN 5, dan SMA Saint Carolus (untuk LDBI), dan SMA Muhammadiyah 1, SMA Plus Negeri 7, dan SMA IT Iqra (untuk NSDC). Sedangkan babak final di Grage Horison, Bengkulu.


Secara keseluruhan, NSDC dan LDBI 2018 diikuti oleh 204 siswa dari 34 provinsi di Indonesia, yang terdiri dari 102 peserta NSDC dan 102 peserta LDBI. Peserta juga didampingi oleh masing-masing guru pembina, yang terdiri dari 34 pembina NSDC dan 34 pembina LDBI. Jumlah juri yang terlibat di dalam kegiatan ini sebanyak 44 orang (masing-masing 22 orang untuk LDBI dan NSDC). Mereka berasal dari berbagai unsur PTN dan PTS, Staf KPK, Pengacara, Staf Ahli Bahasa.
 
Para siswa yang berhasil lolos ke tingkat nasional mewakili daerahnya masing-masing merupakan 3 pembicara terbaik (best speaker) hasil seleksi berjenjang mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Selanjutnya dalam event ini, mereka akan berdebat meraih gelar juara nasional, dan pembicara terbaik (NSDC) yang akan memperebutkan tiket menuju lomba debat bahasa Inggris tingkat dunia atau World School Debating Championship (WSDC) yang setiap tahunnya diikuti oleh Indonesia. 
Dalam sambutannya Hamid Muhammad mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak mungkin hanya bertumpu pada pengembangan kurikuler atau pembelajaran di dalam kelas semata, tetapi secara kreatif harus didukung oleh kegiatan ekstra yang memungkinan menampung bakat dan kemampuan diri peserta didik yang unik sehingga berkembang secara optimal. "Tiga hal yang ingin kita dapatkan dari sini ; membangun kemampuan berfikir kritis, memberikan pengalaman berkompetisi sehingga menumbuhkan karakter kejujuran untuk mencapai prestasi tertinggi, dan menyeleksi siswa-siswa terbaik untuk diikutsertakan dalam ajang kompetisi debat tingkat internasional.”
 
Dalam kesempatan yang sama Plt. Gubernur Rohidin Mersya juga menyampaikan bahwa Bengkulu sangat berterima kasih sudah dipercaya menjadi tuan rumah untuk even yang membanggakan ini. "Saya yakin anak-anak yang sudah hadir disini adalah pemenang, tapi saya juga optimis kalau putra-putri Bengkulu bisa menjadi lawan yang berpotensi. Namun, apapun itu, yang kita inginkan semua yang hadir disini bisa menjadi inspirasi untuk saling mengenal potensi daerah seluruh Indonesia," ujarnya.
 
Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pada setiap kesempatan LDBI dan NSDC, juga selalu diadakan workshop, seminar, dan akreditasi pembina oleh juri. Tahun ini jumlah guru yang ikut serta akreditasi debat berjumlah 44 orang, dan selanjutnya nanti berhak dan layak untuk menjadi juri lomba debat di tingkat daerah. "Perlu kami sampaikan juga bahwa selain berlomba, peserta juga diberikan pembekalan mengenai peningkatan kesadaran dan pencegahan bahaya narkoba dan bela negara. Para peserta juga akan melakukan wisata edukasi ke tempat-tempat bersejarah di Bengkulu, seperti ke Rumah Pengasingan Bung Karno, Pusat  Kerajinan Batik, dan sejumlah atraksi wisata lainnya di Bengkulu dan sekitarnya", ucap Purwadi di akhir laporannya.


Perlu diingat dan menjadi kebanggaan kita semua, lanjut Purwadi, Tim Debat Bahasa Inggris Indonesia baru saja kembali mengikuti World School Debating Championship (WSDC), di Zagreb, Kroasia dengan prestasi yang cukup membanggakan. Indonesia berhasil menembus ranking 28 dunia (naik dari ranking ke-44 tahun lalu) dengan membukukan 4 kemenangan diantara 64 negara yang berlaga pada WSDC 2018 ini. Tim Indonesia juga berada pada posisi ke-4 untuk Kategori English First Language (EFL) dan secara keseluruhan berada di atas  negara-negara seperti Jerman, Swiss, Irlandia, Italia, Thailand, Vietnam, dan Turki. Acara pembukaan diramaikan dengan atraksi musik “dol” sebagai atraksi penyambutan, tari persembahan daerah dan paduan suara yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMA di Bengkulu. 
 
Aksi Peduli yang Menginspirasi

Ada yang menarik dari rangkaian acara pembukaan, ditengah-tengah sambutannya, Rohidin Mersyah memanggil empat orang perwakilan siswa daerah Indonesia Barat, Timur, dan Tengah ke atas panggung dan melakukan dialog interaktif sekaligus uji coba kemampuan debat para siswa. Beliau menanyakan apa kira-kira yang peserta lihat tentang Bengkulu.  Perwakilan dari Sumatera Selatan menjawab dengan gaya diplomatis, “pada dasarnya Bengkulu tidak memiliki permasalahan serius, apalagi sesuai dengan apa yang disampaikan oleh bapak bahwa Bengkulu banyak mendapatkan peghargaan dan prestasi bahkan sampai ke tingkat internasional dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan.” Lalu siswa dari Papua menjawab dengan menyoroti permasalah sampah terutama di lokasi pariwisata Bengkulu.
 
Pak Gubernur menyambut antusias semua jawaban peserta, beliau menambahkan bahwa kita harus pintar dalam mengungkapkan pendapat terutama yang berdasarkan data dan fakta yang ada, sehingga kita bisa terlihat mampu meyakinkan banyak orang terutama dalam kebaikan. Di akhir dialog, hadiah spesial dari Rohidin pun diterima sebagai kenangan manis bagi para siswa.
 

Tidak hanya berdialog dengan siswa, aksi spontan Rohidin juga membuat takjub para siswa dan tamu undangan yang hadir, dengan memerintahkan stafnya dibantu oleh panitia daerah melakukan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok dan Bali selama acara pembukaan berlangsung. Seketika itu pula ajakan gubernur direspon positif oleh para undangan, siswa, dan guru pendamping. Sampai dengan acara berakhir, dana yang terkumpul dalam waktu kurang dari 3 jam itu berjumlah Rp. 11.020.000.
 
Foto : Panji Diksana 
Teks : Syarifah/Intan/Saras