Bahan materi Webminar Episode 5 - PHBS dan Episode 6 - PLS dapat diunduh di menu Dokumentasi/Arsip --> Bahan Materi

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang Terintegrasi di SMA Regina Pacis dengan DevoTeam dan Google

02 Juli 2020
Dilihat 178

1 Juli 2020, Bogor telah diadakan pembicaaan via video conference dengan tema Pembelajaran Jarak Jauh  dengan menggunakan sistem yang dibangun oleh DevoTeam bekerjasama dengan Google. DevoTeam sendiri adalah perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi yang berdomisili di Paris. Perusahaan ini merupakan partner dari Google yang menyediakan layanan G-Suite.

Acara ini dimoderasi oleh bapak Sibarani Sofian, Alumni SMA Regina Pacis (Pemenang desain Ibukota Baru “Nagara Rimba Nusa”   Paser, Kalimantan Timur) dengan keynote speaker yaitu :

1.Drs Purwadi Sutanto, M.Si : Direktur SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,

2. Gary Lim Education Leader Google Cloud South East Asia.

3. Jimmy Jigmo : APAC Director of Devoteam.

Pembicara pertama yaitu Mr Gary Lim berbicara tentang bagaimana Google merespon Pandemi Covid 19. Google sendiri telah meneliti dan mengembangkan metode pembelajaran jarak jauh dimana akan bermanfaat terutama di saat kondisi Pandemi seperti sekarang. Di halaman website google sendiri sudah ada berbagai konten, informasi, trik2 tentang menghadapi Covid 19. Di bulan april 2020 sekitar 90% sekolah tutup gara2 covid 19. Untuk itulah google meluncurkan Google classroom dimana pembelajaran dialihkan menggunakan sistem online dan menghubungkan antara materi pelajaran, guru, murid dan orang tua. Selain itu google juga membantu untuk bidang bisnis, kesehatan, produksi masker pelindung, membantu para pekerja yang kehilangan akibat covid 19. Terakhir Mr Gary Lim mengucapkan terima kasih kepada SMA Regina Pacis yang telah menggunakan teknologi google untuk membantu pembelajarannya.

Berikutnya pembicara kedua yaitu Mr jimmy Jigmo dari pihak DevoTeam yang mengatakan bahwa sebenarnya dunia dalam hal ini adalah perusahaan sekarang ini sudah mencari cara agar dapat masih bisa berbisnis dengan keadaan pandemi seperti ini agar perekonomian dapat terus berjalan. Beliau menjelaskan bahwa google sendiri mempunyai bayak sekali partnership dimana DevoTeam adalah salah satu partnership dari google di bidang layanan. Mr jimmy juga menjelaskan alur dari Google ecosystem dimana sistem selain dapat menjembatani pembelajaran juga bisa melindungi siswa dari cyber bullying (Konten yang tidak perlu bagi siswa). Sekarang juga dijelaskan bahwa google meet mencapai 60.000 pertemuan selama 7 hari terakhir. Artinya terjadi peningkatan yang cukup drastis selama pandemi. Klasifikasi penggunaan google meet bisa tentang pembelajara siswa, komunikasi pekerjaan, diskusi politik dan sebagainya. Banyak sekolah sudah menggunakan sistem dari DevoTeam termasuk SMA Regina Pacis. Mr Jimmy sangat senang dan mengapresiasi hal ini. Terakhir beliau menunjukaan video singkat tentang salah satu siswa yang banyak memanfaatkan teknologi dari google yaitu chromebook dan Gsuite untuk menunjang kegiatan belajar dan komunikasinya dengan keluarganya di rumah. Dan video ini adalah kesimpulan dari pembicaraanya.

Terakhir kesempatan diberikan kepada Bapak Purwadi Sutanto yang mewakili dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau berterima kasih kepada SMA Regina Pacis atas undanganya dan meminta maaf karena harusya acara ini dihadiri oleh Pak Dirjen tapi karena kesibukan akhirnya diwakilkan ke Pak Purwadi selaku Direktur SMA. Beliau mengapresiasi kepada Moderator yaitu bapak Sibarani Sofian dimana SMA Regina Pacis melahirkan alumni yang luar biasa termasuk Pak Wakil Walikota Bogor yang juga merupakan alumni dari SMA Regina Pacis. Pak Purwadi dalam hal ini ingin menyampaikan tentang kesepakatan dari Kementerian yang berelasi dengan pendidikan tentang panduan Pembelajaran di masa pandemi. Prinsip utama adalah Keselamatan dan Kesehatan diutamakan dalam proses belajar mengajar di masa pandemi. Banyak permasalahan di lapangan dengan kondisi pembelajaran pandemi seperti ini. Diantaranya siswa sudah bosan dirumah, orang tua jadi terganggu, koneksi internet yang susah, pembelajaran yang kurang menarik dan sebagainya. Masih banyak yg tidak tersambung dengan internet. Prinsipnya pembelajaran diutamakan dari rumah (BDR). Nanti perkembangannya pemerintah akan melihat dari perkembangan zona pennyebaran covid 19 dimana dibedakan menjadi Zona Merah, Kuning dan Hijau. Nantinya pembukaan pembelajaran di sekolah akan mulai dilakukan dari zona yang sudah hijau terlebih dahulu artinya keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Dan untuk hal ini Bogor sepertinya belum karena bogor masih dalam zona merah atau kuning canda Pak Purwadi yang disambut tawa dari Pak Sibarani Sofyan. Penentuan zona ini mengikuti data dari Satgas Covid 19. Tentunya penentuan pembukaan sekolah ini melibatkan kepala daerah setempat untuk persetujuan pembukaan sekolahnya. Dan keputusan akhir pembukaan sekolah ada di pihak sekolah juga. Jadi sekolah berhak membuka atau menolak pembukaan sekolah. Akhirnya keputusan masuk sekolah juga diberikan kepada Orang Tua dimana orang tua juga berhak mengijinkan anaknya masuk sekolah atau tidak. Jadi orang tua adalah benteng terakhir untuk menjaga kesehatan peserta didik. Pak Pur juga menjelaskan bahwa di masa pandemi ini saatnya kita melihat bahwa peran guru selama ini sangat berarti bagi pedidikan anak karena saat covid banyak orang tua yang mengeluh tentang banyaknya kesulitan dalam hal mendidik anak.

Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab dimana pihak google mencoba melakukan koordinasi dengan pihak kementerian agar sistem yang dikembangkan oleh google dapat membantu proses pembelajaran terutama di masa pandemi covid 19 seperti sekarang.