Bahan materi Webminar Episode 5 - PHBS dan Episode 6 - PLS dapat diunduh di menu Dokumentasi/Arsip --> Bahan Materi

Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto, Mendorong Generasi Milenial Berpikir dan Bersikap Ilmiah

18 Desember 2019
Dilihat 284

Membiasakan generasi muda melakukan projek penelitian akan menumbuhkan kompetensi yang akan membuat mereka unggul. Dengan meneliti, generasi muda akan memiliki kreativitas, berpikir kritis, keingintahuan tingggi, dan kemampuan literasi.

 

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), pada perjalanannya telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Tentu bukan semata pada tingkat kepesertaan, melainkan juga menyentuh hal-hal substantif yang menjadi tujuan penyelenggaraan OPSI yang pada tahun ini memasuki tahun kesebelas.

 

 Secara substansi, bisa kita katakana OPSI telah berjalan pada relnya. Tak hanya sebagai ajang lomba, tetapi OPSI menjadi kesempatan berharga untuk menumbuhkan ide agar generasi milenial saat ini selalu berpikir dan bersikap ilmiah. Seorang peneliti sudah sepatutnya memiliki sikap-sikap ilmiah agar karyanya bisa dipertanggung jawabkan, baik kepada masyarakat maupun diri sendiri. Memahami dan merealisasikan sikap-sikap ilmiah sehingga kompetensi diri dan karya yang dihasilkan makin berkualitas. Sikap ilmiah yang harus dimiliki tersebut antara lain rasa keingintahuan yang besar, berpikir kritis, terbuka, objektif, rela menghargai karya orang lain, serta memiliki jiwa berani mempertahankan kebenaran dan menjangkau ke depan.

 

Maka, menjadi penting bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah secara konsisten menyelenggarakan OPSI sebagai bagian dari memfasilitasi bakat dan minat meneliti para peserta didik. Terlebih dalam menghadapi masa depan, menumbuhkan kreativitas peserta didik adalah hal utama sesuai tuntutan era disrupsi dan era industri 4.0.

 

Dalam perkembangan penyelenggaraan OPSI, kita patut berbangga karena generasi muda kita menunjukkan kreativitas yang luar biasa, critical thinking tinggi, serta kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi andal yang dibuktikan dengan pengerjaan suatu projek. Ingat bahwa penelitian ini sebuah projek. Melalui projek mereka bisa mewujudkan kerja sama dalam kelompok. Mengerjakan projek hebat mereka pasti memiliki kreativitas yang luar biasa, berpikir kritis, bermodal keingintahuan tinggi, dan pasti mereka literat karena mereka harus mencari referensi untuk mendukung penelitiannya.

 

Inilah yang ke depan harus kita dorong, membangun pembelajaran berbasis projek dan problem solving. Tak mudah dan menjadi tantangan bersama dan kita sudah memulainya. Saat ini anak-anak bangsa sudah menunjukkan mereka adalah generasi Indonesia yang hebat!