Bahan materi Webminar Episode 5 - PHBS dan Episode 6 - PLS dapat diunduh di menu Dokumentasi/Arsip --> Bahan Materi

Dean Fanggohans, Disiplin dan Pantang Menyerah Membuahkan Prestasi Gemilang

30 Agustus 2017
Dilihat 346

Salah satu siswa berprestasi dari Indonesia yang berhasil menyabet medali emas dalam ajang Olimpiade Kimia Internasional atau  International Chemistry Olympiad (IChO) ke-49 di Thailand, 6-15 Juli 2017 adalah 

Dean Fanggohans, siswa SMAN 8 Kota Pekanbaru. Ini bukan kali pertama Dean mendapatkan medali emas dari kompetisi yang diikutinya. Sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMP ia telah meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika, disusul dengan menorehkan prestasi yang sama untuk bidang Biologi pada saat duduk di kelas dua. 

Prestasi tingkat internasional mulai diraih ketika ia duduk di kelas 3 SMP. Medali emas dalam ajang Olimpiade Saind Internasional atau Junior Science Olympiad (IJSO) yang diselenggarakan di Universidad Nacional de Cuyo, Mendoza, Argentina berhasil ia bawa pulang. Tidak berhenti di situ, prestasinya terus berlanjut saat ia memasuki jenjang SMA. Ia berhasil merebut medali emas dalam OSN 2016, yang membawanya ke ajang olimpiade kimia internasional 2017. 

Bersaing dengan peserta olimpiade dari berbagai negara tentunya bukan bukan hal mudah. "Saingannya memang banyak tapi, saya tetap enjoy. Karena memang saya targetnya tidak emas memang tapi hanya perak. Namun, saya tetap berusaha maksimal, kenapa cuma targetnya perak. Semua proses olimpiade juga tidak ada kendala dan semua lancar," demikian ia menceritakan pengalamannya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dirinya adalah persiapan yang maksimal dan disiplin dalam belajar. Di samping itu, tidak kalah pentingnya adalah semangat pantang menyerah. "Saya pernah gagal tahun 2013 tidak lolos seleksi untuk olimpiade internasional di India. Tapi kalau saya menyerah saat itu, saya tidak akan juara sekarang," ungkapnya.

Kedua orangtua Dean selalu memberikan dukungan kepada putra mereka yang saat ini berusia 17 tahun. Ibunya menjelaskan, "Dean sama seperti anak-anak lain. Tidak belajar terus, waktunya main ya main. Saya juga tidak pernah memaksakan dia harus seperti apa. Yang penting kami sebagai orangtua memberikan dukungan sepenuhnya kepada Dean selagi apa yang dia inginkan positif, " demikian urainya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 8 Pekanbaru, tempat Dean menuntut ilmu mengungkapkan bahwa Dean tergolong siswa yang pintar tapi santun sehingga semua guru menyayanginya. 

Dean ingin terus menorehkan lebih banyak prestasi dan berharap masih ada kesempatan lagi untuk ikut serta dalam olimpiade. Semoga Dean dapat terus berprestasi Dean cemerlang.